Kehadiran warga Kristen di wilayah ini berawal dari perpindahan dan pelayanan lintas daerah. Melalui ibadah dari rumah ke rumah, persekutuan bertumbuh dalam kesetiaan dan pengharapan.
1897-1929 · Paleleh
Warga Kristen pertama menetap
Para pekerja asal Manado dan Minahasa ditempatkan di perusahaan tambang emas Mijn Bouw Maatschappij di Lintidu-Paleleh. Setelah perusahaan ditutup, banyak keluarga memilih menetap di Paleleh dan membangun kehidupan persekutuan.
Awal 1900-an
Ibadah rumah ke rumah
Dengan inisiatif guru-guru Kristen dan warga jemaat, ibadah Minggu dilaksanakan bergantian dari rumah ke rumah. Pelayanan ini kemudian mendapat perhatian dari Indische Kerk.
1920 · Paleleh
Pelayanan pengajar jemaat
Inlandsche Leraar Habel Pangau dari Rurukan-Tomohon diutus untuk melayani warga Kristen di Paleleh, memperkuat persekutuan yang sedang bertumbuh.