Skip to Content

Sinode Gereja Protestan Indonesia di Buol Tolitoli

Sejarah GPIBT

Perjalanan iman dan pelayanan yang bertumbuh dari persekutuan-persekutuan kecil di tanah Buol dan Tolitoli hingga menjadi gereja mandiri.

Awal perjalanan

Benih iman di tanah Buol dan Tolitoli.

Kehadiran warga Kristen di wilayah ini berawal dari perpindahan dan pelayanan lintas daerah. Melalui ibadah dari rumah ke rumah, persekutuan bertumbuh dalam kesetiaan dan pengharapan.

1897-1929 · Paleleh

Warga Kristen pertama menetap

Para pekerja asal Manado dan Minahasa ditempatkan di perusahaan tambang emas Mijn Bouw Maatschappij di Lintidu-Paleleh. Setelah perusahaan ditutup, banyak keluarga memilih menetap di Paleleh dan membangun kehidupan persekutuan.

Awal 1900-an

Ibadah rumah ke rumah

Dengan inisiatif guru-guru Kristen dan warga jemaat, ibadah Minggu dilaksanakan bergantian dari rumah ke rumah. Pelayanan ini kemudian mendapat perhatian dari Indische Kerk.

1920 · Paleleh

Pelayanan pengajar jemaat

Inlandsche Leraar Habel Pangau dari Rurukan-Tomohon diutus untuk melayani warga Kristen di Paleleh, memperkuat persekutuan yang sedang bertumbuh.

Pertumbuhan persekutuan

Gereja hadir di Buol dan Tolitoli.

1919-1933 · Buol

Persekutuan dan gedung gereja di Leok

Di Buol, rumah tangga Kristen sudah aktif beribadah sejak 1919. Pada 1932 Raja Buol Haji Ahmat Turungku memberikan tanah bagi warga Kristen; gedung gereja kemudian berdiri di Leok pada 1933.

1920-1931 · Tolitoli

Persekutuan pertama dan rumah gereja

Warga Kristen dan prajurit KNIL di Tolitoli beribadah untuk pertama kalinya di asrama tentara pada 1928. Pada 1931, tanah dari keluarga Ngion dan sumbangan jemaat memungkinkan berdirinya rumah gereja.

1939

Pelayanan GMIM

GMIM mengutus Inlandsche Leraar A. Rondonuwu ke Tolitoli dan Evangelist A. D. Siwy ke Buol. Jemaat-jemaat di Buol dan Tolitoli kemudian dilayani sebagai bagian dari wilayah pekabaran Injil GMIM.

Gereja mandiri

Melangkah dalam kemandirian dan keesaan.

18 Desember 1964

Peresmian berdirinya GPIBT

Pada Sidang Sinode GMIM, GPIBT diresmikan sebagai gereja mandiri. Peristiwa ini menjadi tonggak penting bagi jemaat-jemaat yang telah bertumbuh di tanah Buol dan Tolitoli.

18 April 1965

Sidang Sinode pertama GPIBT

Sidang Sinode pertama dilaksanakan di GPIBT Jemaat Imanuel Tolitoli. Ketika itu GPIBT memiliki 10 jemaat dan memulai perjalanan pelayanan dengan Sinode sendiri.

Kini

Melayan dalam enam wilayah

Pelayanan GPIBT mencakup enam wilayah musyawarah pelayanan di Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli, dengan 42 jemaat mandiri dan 11 pos pelayanan.

“Berakar dalam Injil, bertumbuh dalam persekutuan, dan hadir melayani masyarakat di tanah Buol dan Tolitoli.”

Wilayah pelayanan

Satu Sinode, enam Mupel.

Mupel I & II

Kabupaten Buol

Mupel III

Kecamatan Tolitoli Utara

Mupel IV

Kecamatan Galang

Mupel V

Kota Tolitoli

Mupel VI

Kecamatan Dondo - Dampal Utara Tolitoli

Berjalan bersama

Menjadi gereja yang terus bertumbuh dan melayani.

Hubungi Sekretariat